Review film Indonesia “Marmut Merah Jambu”

Genre : Comedy, Romantic
Tahun rilis : 2014
Director : Raditya Dika
Produser : Susanti Dewi
Pemain : Raditya Dika, Christofer Nelwan, Franda, Sonya, Julian Liberty,dkk

Raditya Dika kali ini kembali dengan sebuah film yang ia remake sendiri dari novel karangannya yang berjudul sama, yaitu Marmut Merah Jambu. Ini adalah film romance pertama yang ia adaptasi dari novelnya sendiri, mungkin disini para penggemar buku bang Radit agak kecewa ya? Soalnya cerita di dalam film ini sendiri tidak dibuat mirip dengan aslinya. Tapi bukan berarti film ini jelek atau bagaimana, film ini tetap layak untuk diacungi 2 jempol loh!


Cerita yang dirilis pada pertengahan tahun 2014 ini awalnya menceritakan kisah cinta pertama Dika dengan Ina Mangunkusumo ketika ia SMA. Ceritanya Dika udah dewasa nih, dan saat itu Ina mau menikah, Dika pun pergi ke rumah Ina dan bertemu dengan bapaknya Ina. Ia mulai menceritakan masa-masa SMAnya kepada bapaknya Ina, ia menceritakan kisah persahabatannya dengan Bertus dan membentuk sebuah klub detektif untuk menarik perhatian Ina. Mereka berdua membuat klub detektif itu karena mereka sama-sama menjadi anak terbuang di sekolah mereka, ceritanya mereka pengen jadi populer gitu 😀

2 bocah ini emang absurd banget kelakuannya, kadang ide-ide aneh mereka itu bikin kita geleng-geleng kepala. Tapi memang kadang sedikit bosan karena ide-ide mereka ga jalan seperti ekspetasi sih. Tapi mereka berdua ini bakalan sering buat kita ketawa juga kok!

Sampai akhirnya bergabunglah Cindy di dalam klub detektif absurd itu, mereka bertiga akhirnya bersahabat dan mulai memecahkan kasus-kasus yang ada di sekolah mereka. Sampai akhirnya mereka memecahkan sebuah masalah yang tak bisa mereka pecahkan. Yaitu adalah kasus grafiti misterius di tembok belakang sekolah. Mereka diminta oleh kepala sekolah untuk menyelesaikan kasus itu…

Seiring Dika bercerita dengan bapaknya Ina, dia sadar jika masih ada kasus yang belum terpecahkan sampai ia dewasa sekarang ini. Kasus itu adalah kasus grafiti misterius itu, Dika sadar akan sesuatu hal. Ia ingat jika orang pertama yang memberi info tentang kasus itu pada mereka adalah Cindy, dan teman Dika juga pernah bilang jika gambar itu bukanlah gambar iblis. Tapi gambar marmut merah jambu yang sama kaya gambar di sapu tangan yang dikasi Cindy ke Dika. Dika akhirnya sadar kalau yang ngebuat grafiti itu si Cindy dan ternyata itu adalah surat cinta yang dibuat untuk Dika. Ga bakalan nyangka awalnya kalau si pembuat grafiti itu si Cindy! Oya, kamu bisa download film seru terbaru di situs download film kesayangan anda.

Dika mengahdiri pernikahan Ina dan akhirnya ia bertemu dengan Cindy setelah sekian lama. Aku suka karena menurut aku endingnya sesuai dengan ekspetasi, kata-kata yang Cindy ucapkan buat si Dika itu berhasil ngebuat aku senyum-senyum sendiri. Ini kutipan dialog si Cindy..

“Cinta itu kaya marmut lucu warna merah jambu, yang berlari di sebuah roda, seakan udah berjalan jauh padahal dia ngga kemana-mana. Ngga tahu kapan harus berhenti.. Capek tau dik..”
Lalu Dika nyaut, “Berhenti yuk..”

Overall suka banget sih sama filmnya bang radit yang satu ini, ceritanya dibuat unik dan susah ditebak sama penonton. Walau ada beberapa adegan yang sedikit ga jelas dan menurut aku garing tapi tetep, film ini juara ya! Film ini wajib banget kalian tonton kalau kalian pengen tahu kekocakan dan keabsurdannya Dika sama Bertus 😉 Dijamin ngakak berjamaah dah!