BUDAYA JAKARTA

Budaya
Sebagai ibukota ekonomi dan politik Indonesia dengan begitu banyak bahasa dan kelompok etnis yang berbeda, sulit untuk menggambarkan atau mendefinisikan budaya umum di Jakarta, karena kota ini menarik banyak imigran asli, mulai dari kepulauan Indonesia yang luas dan beragam, yang juga membawa mereka berbagai bahasa, dialek, makanan dan adat istiadat. Keanekaragaman asal dan bahasa ini menyebabkan perbedaan dalam hal agama, tradisi dan linguistik. Betapapun etnis Betawi dianggap sebagai masyarakat adat Jakarta.

Seni dan festival

BACA JUGA : Situs Cek Resi

Ondel-Ondel, sering dijadikan simbol budaya Betawi
Budaya Betawi berbeda dengan bahasa Sunda atau Jawa, yang membentuk dirinya sebagai pulau bahasa di daerah sekitarnya. Kesenian Betawi memiliki profil rendah di Jakarta, dan sebagian besar orang Betawi telah pindah ke pinggiran kota Jakarta, digantikan oleh pendatang baru. Lebih mudah untuk menemukan upacara pernikahan berbasis Jawa atau Minang daripada pernikahan Betawi di Jakarta. Lebih mudah untuk menemukan Gamelan Jawa bukan Tanjidor (campuran antara musik Betawi dan Portugis), Marawis (campuran antara musik Betawi dan Yaman) atau Gambang Kromong (campuran antara musik Betawi dan Cina). Orang Tionghoa juga mempengaruhi budaya Betawi, seperti popularitas kue dan permen Cina, petasan, hingga pakaian pernikahan Betawi yang menunjukkan pengaruh China dan Arab.

Namun, beberapa festival seperti Festival Jalan Jaksa atau Festival Kemang mencakup upaya pelestarian seni Betawi dengan mengundang seniman untuk memberikan pertunjukan. [104] Jakarta memiliki beberapa pusat pertunjukan seni, seperti gedung konser klasik Aula Simfonia Jakarta di Kemayoran, pusat seni Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Gedung Kesenian Jakarta dekat Pasar Baru, Balai Sarbini di kawasan Plaza Semanggi, Bentara Budaya Jakarta di Palmerah. daerah, Pasar Seni (Ancol) di Ancol, dan pertunjukan seni tradisional Indonesia di paviliun beberapa provinsi di Taman Mini Indonesia Indah. Musik tradisional sering dijumpai di hotel kelas atas, termasuk pertunjukan Wayang dan Gamelan. Pertunjukan Orang Wayang Jawa dapat ditemukan di teater Wayang Orang Bharata di dekat terminal bus Senen. Sebagai kota dan ibu kota terbesar di Indonesia, Jakarta telah memikat banyak talenta nasional dan regional yang berharap dapat menemukan khalayak yang lebih besar dan lebih banyak kesempatan untuk sukses.

Jakarta menyelenggarakan beberapa festival seni dan budaya bergengsi, dan pameran, seperti Festival Film Internasional Jakarta (JiFFest), Festival Jazz Jakarta Internasional Java, Pekan Raya Mode Jakarta, Festival Fashion & Makanan Jakarta (JFFF), Jakarta Fair, Produk Kreatif Indonesia dan Pameran Kesenian dan Kerajinan Jakarta. Flona Jakarta adalah pameran flora-dan-fauna, yang diadakan setiap tahun di bulan Agustus di Lapangan Banteng Park, yang menampilkan bunga, pembibitan tanaman, dan hewan peliharaan. Pekan Raya Jakarta diadakan setiap tahun mulai pertengahan Juni sampai pertengahan Juli untuk merayakan hari jadi kota dan sebagian besar berpusat di seputar pameran dagang. Namun, pameran sepanjang bulan ini juga menampilkan hiburan, termasuk pertunjukan seni dan musik oleh musisi lokal. Java Jazz Festival (JJF) adalah salah satu festival jazz terbesar di dunia dan bisa dibilang terbesar di belahan bumi bagian selatan. Festival jazz tahunan diadakan setiap awal Maret dan dirancang untuk menjadi salah satu festival jazz terbesar di seluruh dunia.

Beberapa pusat seni dan budaya asing juga didirikan di Jakarta, dan terutama melayani untuk mempromosikan budaya dan bahasa melalui pusat pembelajaran, perpustakaan, dan galeri seni. Di antara pusat seni dan budaya asing ini adalah Institut Konfusius China, Belanda Erasmus Huis, Dewan Inggris Inggris, Aliansi Perancis Fran├žaise, Jerman Goethe-Institut, Japan Foundation, dan India Jawaharlal Nehru Indian Cultural Center.

BACA JUGA : situscekresi.com