Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh)

Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh) – Kali ini saja akan menjelaskan tentang pengertian kalimat majemuk bertingkat, jenis jenisnya, dan contoh kalimatnya. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak pada artikel ini. kalimat majemuk ini merupakan gabungan dari kalimat tunggal yang jumlahnya satu atau lebih dengan susunan induk kalimat beserta anak kalimat. Induk kalimat merupakan bagian paling utama dalam kalimat karena hal yang ingi dijelaskan serta dapat berdiri sendiri. Sedangkan anak kalimat merupakan pendukung dari induk kalimat sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Untuk letak induk kalimat dapat berada didepan anak kalimat maupun dibelakang mengikuti anak kalimatnya.

Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh)

Dalam pembahasan ini saya akan jelaskan kalimat majemuk bertingkat secara detail dan lengkap. Kalimat majemuk tersebut dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu kalimat majemuk hubungan waktu, tujuan, syarat, perumpaan atau perbandingan, sebab akinat, ppertentangan atau perlawanan, cara, penjelas, atribut, pengandaian. Dan konsensif. Untuk kalimat majemuk hubungan waktu menggunakan kata hubung atau konjungsi seperti sejak, sebelum, manakala, ketika, sewaktu, setelah, sesudah. Misalnya sikapnya menjadi pemarah, sejak ia mengena alkohol dan narkoba. Contoh contohnya tersebut menggunakan kata hubung yang menyataan waktu.

Selanjutnya terdapat kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan. Kalimat ini dihubungkan dengan kata supaya dan agar. Misalnya kakak mengenakan sepatu hak tinggi agar terihat lebih tinggi, agar terlihat gemuk, kakak mengenakan baju berlapis, ibu membelikan adik mainan agar ia merasa senang. Selanjutnya terdapat kalimat majemuk hubungan syarat. Kalimat ini memiliki kata hubung yaitu asalkan, jika, seandainya, dan apabila. Misalnya kami akan pergi rekreasi jika nilai kami semua bagus bagus, ia tidak bersalah jika tindakannya itu benar, aku diperbolehkan pergi asalkan pulang tepat waktu. Kemudian adapula kalimat majemuk hubungan perbandingan atau perumpamaan. Kalimat ini dihubungkan dengan kata bagaikan, ibarat, seperti, laksana, dan daripada.

Misalnya toko itu lebih besar daripada toko disebelahnya, memberi lebih baik daripada menerima. Lalu adapula kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab akibat. Kalimat ini memili kata hubung yaitu oleh karena itu dan sehingga. Misalnya kami belajat dengan giat sehingga mendapatkan nilai yang bagus, suarau merdu sekali sehingga setiap orang yang mendengarnya sekaan tersihir oleh suaramu itu. Setelah itu adapula kalimat majeuk hubungan perlawanan atau peprtentangan. Kalimat ini memiliki kata hubung yakni kenyataanna, padahal, dan faktanya. Demikianlah penjelasan mengenai kalimat majemuk bertingkat. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.