Struktur Teks Anekdot Dalam Pembuatan Makalah

Struktur Teks Anekdot Dalam Pembuatan Makalah – Kali ini saya akan menjelaskan tentang struktur teks anekdot dalam pebuatan makalah. Hampir setiap hari kita disuguhi contoh-contoh perbuatan yang memprihatinkan melalui berbagai media yang secara bebas dipertontonkan untuk semua kalangan. Perilaku seperti kekerasan, kejahatan, premanisme, perselingkuhan, penyalahgunaan obat terlarang dan korupsi telah membudaya dalam sebagian masyarakat Indonesia. Kita juga sering mendengar para pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang seharusnya menjadi sosok pribadi yang berprestasi namun telah terjerat kriminalisme dan bahkan yang lebih parah kasus pornografi, pelecehan seksual, narkoba, geng motor, tawuran, dan perjudian (Aji, 2013).

Struktur Teks Anekdot Dalam Pembuatan Makalah

Dalam pembuatan makalah terdapat struktur teks anekdot yang disusun dengan rapi dan urut. Contoh-contoh kasus tersebut erat kaitannya dengan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, serta menunjukkan betapa rendah dan rapuhnya fondasi moral dan spiritual kehidupan bangsa, sehingga menghancurkan moralitas pemuda bangsa Indonesia sampai ketitik yang paling rendah. Kondisi dan kenyataan yang menyedihkan tersebut telah menimbulkan berbagai pertanyaan dari berbagai pihak, baik masyarakat umum maupun para ahli pendidikan., “Apa yang salah dengan pendidikan nasional sehingga belum berhasil mengembangkan manusia Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Pancasila, UUD 1945, dan UU Sistem Pendidikan Nasional ?”

Problematika moral dikalangan pemuda telah mencapai titik yang kronis. Bukan pemuda yang tak berpendidikan saja yang terjerat kasus kriminalitas namun banyak dari mereka yang menempuh pendidikan tinggi bahkan sosok panutan dimasyarakat juga ikut terjerat. Diperlukannya pendidikan berbasis karakter untuk memperbaiki moral pemuda dan mencetak pemuda yang lebih berkarakter sejak dini. Kurikulum 2013 sebagai jawaban atas masalah tersebut. Sebagai kurikulum berbasis karakter, diharapkan nantinya mampu mencetak pemuda dengan karakter yang kuat. Namun pro kontra seputar kurikulum 2013 semakin mencuat. Mendukung agar kurikulum berjalan secara optimal maka diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mengawal pengimplementasian kurikulum ini agar tujuan kurikulum 2013 sesuai yang diharapkan. Inilah beberapa contoh penerapan struktur teks anekdot.

Sebaik-baik apapun kurikulum yang dibuat tidak akan membawa efek yang signifikan jika tidak diimplementasikan di lapangan dengan baik oleh semua pihak. Kemerosotan moral lainnya nampak pada aktivitas pelajar maupun mahasiswa saat ujian. Istilah kata yang tepat digunakan yaitu nyontek atau ngerpek atau dalam bahasa internet cheating yang diartikan sebagai tindakan bohong, curang, penipuan guna memperoleh keuntungan tertentu dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Seperti yang kita ketahui bahwa mencontek merupakan budaya yang telah dianggap lumrah (Astuti, 2013) . Demikianlah penjelasan tentang struktur teks anekdot.