Kalimat Majemuk Bertingkat dan Penerapannya Dalam Makalah

Kalimat Majemuk Bertingkat dan Penerapannya Dalam Makalah – Pada pembahasan kali ini akan menjelaskan tetntang kalimat majemuk bertingkat dan penerapannya dalam makalah. Jadi classical conditioning sebagai pembentuk tingkah laku melalui proses persyaratan (conditioning process). Dan Pavlov beranggapan bahwa tingkah laku organisme dapat dibentuk melalui pengaturan dan manipulasi lingkungan. Untuk memahami eksperimen-eksperimen Pavlov perlu terlebih dahulu dipahami beberapa pengertian pokok yang biasa digunakan dalam teori Pavlov sebagai unsur eksperimennya. Unconditioned Stimulus (US), yaitu perangsang yang memang secara alami, secara wajar, dapat menimbulkan respon pada organisme, misalnya: makanan yang dapat menimbulkan keluarnya air liur pada anjing.

Kalimat Majemuk Bertingkat dan Penerapannya Dalam Makalah

Dalam makalah ini terdapat kalimat majemuk bertingkat yang disusun dengan urut dan rapi. Conditioned Stimulus (CS), yaitu perangsang yang secara alami, tidak menimbulkan respon, misalnya: bunyi bel, melihat piring, mendengar langkah orang yang biasa memberi makanan. (UR), yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang tak bersayarat. Response (CR), yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang bersyarat. Anjing yang telah dioperasi kelenjar ludahnya, untuk keperluan pengukuran sekresi ludahnya, dibiarkan lapar terlebih dahulu. Setelah itu bel dibunyikan anjing benar-benar mendengarkan bunyi bel tersebut. Setelah bel berbunyi selama 30 detik makanan diberikan, maka terjadilah refleks pengeluaran air liur.

Setelah diulang sebanyak 32 kali ternyata bunyi bel saja telah dapat menyebabkan keluarnya air liur dan pengeluaran air liur bertambah deras jika makanan diberikan. Menurut Pavlov makanan tersebut berfungsi sebagai penguatan yang disebut Reinforcement yang disingkat Ri, karena memperkuat refleks bersayarat dan menimbulkan respon yang lebih kuat daripada refleks bersyarat. Dari bagan di atas, dapat dijelaskan bahwa : bunyi bel (CS) diberikan bersama-sama dengan makanan (US) dapat menimbulkan keluarnya air liur (Respon = UR). Dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat struktur dan kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan.

Demikianlah diulang-ulang sampai dengan 32 kali tetap dapat menyebabkan keluarnya air liur. Dan bahkan bunyi bel (CS) saja tanpa diberi makanan (US) sudah menimbulkan keluarnya Respon (CR). Dalam Classical Conditioning UR dan CR harus selalu respon yang sejenis, tetapi tingkatannya bahwa CR adalah lebih kecil daripada UR. Pavlov menemukan bahwa jumlah tetes air liur yang ditimbulkan US selalu lebih banyak daripada air liur yang ditimbulkan oleh CS. Oleh karena itu urutan pemberian CS dan US kepada organisme memegang peranan penting dalam proses belajar. Demikianlah penjelasan tentang kalimat majemuk bertingkat.Terima kasih.