Perlengkapan Waktu serta Penentuan Tempat Rumah Adat Suku Sasak

Perlengkapan Waktu serta Penentuan Tempat Rumah Adat Suku Sasak

  • Perlengkapan untuk Membangun Rumah adat suku sasak

Perlengkapan yang perlu disiapkan untuk bangun rumah, salah satunya ialah:

Kayu-kayu penyangga Bambu Bedek,bambu untuk dinding Jerami serta alang-alang, dipakai untuk membuat atap Kotoran kerbau atau kuda, menjadi bahan kombinasi untuk mengeraskan lantai Getah pohon kayu banten serta bajur Abu jerami, dipakai menjadi bahan kombinasi untuk mengeraskan lantai

  • Waktu Pembangunan Rumah

rumah klasik

Rumah memiliki manfaat terpenting dalam kehidupan penduduk Sasak, oleh karenanya butuh perhitungan yang jeli mengenai waktu, hari, tanggal serta bulan yang baik untuk mengawali pembangunannya. Untuk mencari waktu yang pas, mereka berdasar pada papan warige yang berasal dari Primbon Tapel Adam serta Tajul Muluq. Oleh karena tidak kebanyakan orang memiliki potensi untuk memastikan hari baik, umumnya orang yang akan bangun rumah menanyakan pada pemimpin adat.

Orang Sasak di Lombok mempercayai jika waktu yang baik untuk mengawali mendirikan rumah ialah pada bulan ke-3 serta bulan ke dua belas penanggalan Sasak, yakni bulan Rabiul Awal serta bulan Zulhijjah pada kalender Islam. Ada pula yang memastikan hari baik berdasar pada nama orang yang akan bangun rumah. Sedang bulan yang sangat dijauhi (pantangan) untuk bangun rumah ialah pada bulan Muharram serta bulan Ramadlan. Pada ke-2 bulan ini, menurut keyakinan penduduk setempat, rumah yang dibuat condong mengundang musibah, seperti penyakit, kebakaran, susah rizqi, dan lain-lain. Dan proses pembangunan tidak meninggalakan konsep rumah klasik pada bangunan tersebut.

  • Penentuan Tempat

Tidak hanya masalah waktu baik untuk mengawali pembangunan Rumah klasik tersebut, orang Sasak ikut selektif dalam memastikan tempat tempat pendirian rumah. Mereka yakini jika tempat yang tidak pas bisa menyebabkan kurang baik pada yang menempatinya. Contohnya, mereka akan tidak bangun Rumah diatas sisa perapian, sisa tempat pembuangan sampah, sisa sumur, serta pada tempat jalan tusuk sate atau susur gubug. Diluar itu, orang Sasak akan tidak bangun rumah bersimpangan arah serta ukurannya berlainan dengan rumah yang lebih dulu ada. Menurut mereka, melanggar rancangan itu adalah tindakan menantang tabu (maliq-lenget). ari-up.com